Klarifikasi SP-1, SAPMA Musi Rawas dan PW Sumsel Jadi Momentum Perkuat Sinergi dan Harmonisasi

Elpublika.com— Persoalan Surat Peringatan Pertama (SP-1) yang sebelumnya diterbitkan Pengurus Wilayah SAPMA Pemuda Pancasila Provinsi Sumatera Selatan kepada Pengurus Cabang SAPMA Pemuda Pancasila Kabupaten Musi Rawas akhirnya diselesaikan dengan baik dan secara kekeluargaan.

Penyelesaian persoalan tersebut dilakukan melalui komunikasi dan mediasi bersama serta diketahui langsung oleh jajaran Pengurus Pusat SAPMA Pemuda Pancasila. Hasilnya, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan tersebut secara internal dengan mengedepankan persaudaraan dan marwah organisasi.

Ketua PC SAPMA Pemuda Pancasila Kabupaten Musi Rawas, Doni Aryansyah, mengatakan bahwa sejak awal pihaknya tidak ingin persoalan tersebut berkembang menjadi konflik internal organisasi.

Menurutnya, perbedaan pandangan yang sempat muncul merupakan bagian dari dinamika organisasi dan telah diselesaikan melalui komunikasi yang baik.

“Pada prinsipnya tidak ada dinamika yang berarti antara PC SAPMA Musi Rawas dengan Pengurus Wilayah. Semua sudah dibicarakan dengan baik dan diselesaikan secara kekeluargaan,” kata Doni.

Doni juga menegaskan bahwa PC SAPMA Pemuda Pancasila Musi Rawas tetap menjunjung tinggi marwah dan nama baik organisasi SAPMA Pemuda Pancasila.

“Kami tetap menghormati Pengurus Wilayah dan seluruh jajaran organisasi. Bagi kami, hubungan antara cabang dan wilayah adalah hubungan abang dan adik. Jadi kalau ada teguran, kami melihatnya sebagai bagian dari pembinaan dan bentuk perhatian serta rasa sayang seorang abang kepada adiknya,” ujarnya.

Ia menambahkan, perbedaan pendapat yang terjadi sebelumnya tidak perlu lagi dipersoalkan dan diharapkan menjadi pembelajaran bersama untuk membangun komunikasi organisasi yang semakin baik ke depan.

Doni juga menyampaikan bahwa Pengurus Wilayah SAPMA Pemuda Pancasila Sumatera Selatan telah menyampaikan komitmen untuk segera membatalkan SP-1 yang sebelumnya diterbitkan kepada PC SAPMA Pemuda Pancasila Musi Rawas.

“Alhamdulillah, persoalannya sudah selesai. Pengurus Wilayah juga akan segera membatalkan SP-1 tersebut. Kami menyambut baik hal itu dan menganggap persoalan ini sudah selesai secara kekeluargaan,” katanya.

Menurut Doni, penyelesaian tersebut menunjukkan bahwa setiap persoalan di dalam organisasi dapat diselesaikan melalui komunikasi, musyawarah dan semangat persaudaraan.

Ia berharap setelah persoalan ini selesai, seluruh jajaran SAPMA Pemuda Pancasila dapat kembali fokus menjalankan program organisasi dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

“Yang terpenting sekarang adalah bagaimana kita bersama-sama membesarkan SAPMA Pemuda Pancasila. Tidak ada lagi persoalan yang perlu diperpanjang. Kita jadikan ini sebagai pengalaman untuk memperkuat komunikasi antara Pengurus Cabang, Pengurus Wilayah dan Pengurus Pusat,” ujar Doni.

Doni juga menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Pusat SAPMA Pemuda Pancasila yang turut mengetahui dan mengawal penyelesaian persoalan tersebut sehingga dapat berakhir dengan baik.

“Terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu menyelesaikan persoalan ini dengan kepala dingin. Bagi kami, SAPMA adalah rumah bersama. Kalau ada persoalan, tentu harus diselesaikan dengan cara kekeluargaan, bukan dengan memperbesar perbedaan,” pungkasnya.

(Red)

admin
Author: admin

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *