Tebing Longsor Ancam Rumah, Warga Menjerit

banner 468x60

Elpublika.com-Rasa cemas dan pilu menyelimuti warga yang tinggal di bantaran sungai di Rt 16 Kelurahan Muara Rupit, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara, Provinsi Sumatera Selatan. Ancaman longsor yang terus menggerus tebing sejak beberapa tahun terakhir kini mencapai titik paling mengkhawatirkan.

Saat dijumpai pada kamis 30 april 2026 seorang warga menuturkan, longsor sudah berlangsung sejak lama, namun kondisinya semakin parah sejak Januari 2026. Tanah yang terus terkikis membuat warga hidup dalam bayang-bayang bencana setiap saat.

“Sejak 2016 memang sudah mulai longsor, tapi yang paling parah sejak Januari 2026. Kami sudah menyampaikan ke RT, lurah, camat, bahkan mengadu ke DPRD, tapi tidak ada tanggapan dari Pemerintah Muratara,” ujar Zainal Abidin, dengan nada penuh keputusasaan.

Menurutnya, kondisi di lokasi mereka jauh lebih parah dibandingkan wilayah lain. Tebing yang terus runtuh menciptakan situasi yang sangat berbahaya bagi warga.

“Ini sangat rawan. Malah yang di bangun dam di hulu sana padahal tidak terlalu fatal, di sana tidak longsor seperti di sini. Justru di sini yang paling parah, terus perlahan longsor terutama saat hujan,” katanya.

Sekitar 300 meter tebing dilaporkan mengalami longsor berat. Jika tidak segera ditangani, sedikitnya lima hingga tujuh rumah warga berada di ujung ancaman

“Ada sekitar 300 meter yang parah. Kalau ini terus dibiarkan, 5 sampai 7 rumah bakal terancam,” jelasnya.

Warga pun tak tinggal diam. Dengan kemampuan terbatas, mereka berupaya menahan longsor agar tidak semakin meluas. Namun, usaha itu kini terasa sia-sia.

“Kami sudah berusaha menahan rumah kami supaya tidak ikut jatuh ke sungai. Saya bahkan 8 mobil membeli tanah untuk menahan tebing, tapi sekarang kondisinya semakin darurat,” tuturnya kepada media ini.

Ancaman tak hanya mengintai rumah warga, tetapi juga infrastruktur penting di kawasan tersebut. Jika longsor terus terjadi, dampaknya bisa memutus akses dan membahayakan lebih banyak orang.

“Rumah kami terancam terjun ke sungai. Bahkan sutet, tower, dan jalan juga terancam putus kalau ini terus dibiarkan,” tegasnya.

Kini, di tengah ketidakpastian dan rasa takut yang terus menghantui, warga hanya bisa berharap ada kepedulian nyata dari pemerintah sebelum semuanya terlambat.

“Kami berharap DPRD dan Pemerintah Muratara hadir dan peduli dengan kondisi ini. Jangan tunggu sampai ada korban,” tutupnya dengan harap yang tersisa.

Sampai saat ini belum ada tanggapan dari Pemerintah Kabupaten Muratara hingga berita ini ditayangkan.

(Elda Elian)

Elpublika.com
Author: Elpublika.com

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *