Elpublika.com-Dugaan perselingkuhan yang melibatkan seorang oknum Pejabatdi lingkungan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa oknum pejabat tersebut diduga menjalin hubungan khusus dengan seorang perempuan yang bukan istrinya. Isu ini mencuat setelah beredarnya cerita dari warga serta sejumlah tangkapan layar percakapan yang diduga berkaitan dengan hubungan tidak wajar tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Alam Budi Kusuma menyatakan bahwa isu ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.
“Kalau benar, ini jelas merusak marwah Muratara yang memiliki jargon Muratara Berhidayah Iluk, ini pelanggaran etika berat,” ujar APSB,Alam Budi Kusuma, kamis 05 februari 2026.
Ia menambahkan, persoalan ini berpotensi merusak citra pemerintahan Muratara di mata masyarakat.
“Kepercayaan publik itu mahal. Jangan sampai rusak hanya karena ulah satu oknum,” pungkasnya.
Kami mendorong agar yang bersangkutan memberikan klarifikasi secara terbuka agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat,pungkasnya.
Sementara itu, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari oknum pejabat yang dikabarkan terseret dalam isu tersebut. Saat ingin dikonfirmasi oknum pejabat Tidak berada ditempat dan telephone tidak aktif.










