Elpublika.com —Hampir satu tahun Forum Corporate Social Responsibility (CSR) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) belum memiliki ketua definitif. Padahal, keberadaan Ketua Forum CSR dinilai penting untuk memastikan koordinasi dan sinergi program tanggung jawab sosial perusahaan berjalan terarah, sekaligus menjadi penghubung antara dunia usaha, pemerintah daerah, dan masyarakat, selasa 29 September 2026.
Kekosongan ini terjadi setelah Khawali yang sebelumnya menjabat Ketua Forum CSR sejak 2021 hingga 2025 tidak lagi menjabat menyusul berakhirnya masa pengabdiannya di PT.Barasentosa Lestari (BSL). Khawali sebelumnya menyampaikan bahwa berakhirnya masa pengabdiannya di PT.BSL sekaligus menjadi momentum untuk menyerahkan amanah dan tanggung jawab yang selama ini diembannya dalam memimpin Forum CSR Muratara kepada kepengurusan berikutnya.
Dalam pernyataannya, Khawali berharap estafet kepemimpinan Forum CSR Muratara dapat berjalan dengan baik dan diteruskan oleh sosok serta kepengurusan yang mampu membawa organisasi tersebut semakin profesional, solid, kolaboratif, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Per-Oktober 2025, saya tidak lagi menjadi Ketua CSR Muratara. Saya meyakini bahwa Forum CSR Kabupaten Musi Rawas Utara bukanlah tentang satu orang atau satu perusahaan, melainkan wadah bersama untuk menyatukan kepedulian dan kontribusi dunia usaha terhadap pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Khawali dalam pernyataannya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Muratara, perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam Forum CSR, masyarakat, tokoh masyarakat, media, serta seluruh stakeholder yang selama ini telah mendukung dan berkolaborasi dalam kegiatan Forum CSR.
Menurutnya, program CSR diharapkan tidak sekadar menjadi bentuk pemenuhan tanggung jawab perusahaan, tetapi dapat dilaksanakan secara lebih terarah, tepat sasaran, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, sejak tahun 2026, posisi Ketua Forum CSR Muratara sempat dikaitkan dengan jabatan Asisten I Setda Muratara. Namun, saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut, Asisten I Setda Muratara, Zazili, membantah dirinya telah menjadi Ketua Forum CSR.
“Memang pernah ditunjuk, tapi sampai sekarang belum terima SK. Sampai saat ini, belum ada Ketua CSR,” ujarnya,
Kondisi tersebut membuat Forum CSR Muratara hingga saat ini belum memiliki ketua definitif untuk melanjutkan koordinasi dan menggerakkan forum yang menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan.







