ELPUBLIKA.COM, MUSI RAWAS, Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Musi Rawas (Mura) menggelar Jambore Cabang Mura Tahun 2025 di Taman Wisata Alam Bukit Cogong, Desa Sukakarya, Kecamatan STL Ulu Terawas, Selasa (16/12/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mura, Dr Dien Candra, perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Mura, Polsek STL Ulu Terawas, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Ketua Panitia Jambore Cabang Mura Tahun 2025, Sopyan, S.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Edaran Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Mura tentang pelaksanaan Jambore Cabang. Kegiatan tersebut menjadi salah satu syarat utama bagi Kwarcab Mura untuk dapat mengikuti Jambore Daerah Sumatera Selatan dan Jambore Nasional Tahun 2026.
“Jambore Cabang Mura Tahun 2025 dilaksanakan selama tiga hari, mulai 16 hingga 18 Desember 2025 di Bumi Perkemahan Wisata Bukit Cogong, Desa Sukakarya, Kecamatan STL Ulu Terawas,”jelas Sopyan.
Dikatakannya, kegiatan ini diikuti oleh unsur Kwartir Ranting (Kwaran) sebanyak 8 orang, unsur Mabigus 16 orang, unsur pembina 32 orang, serta peserta didik Pramuka Penggalang sebanyak 307 orang.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mura Dr. Dien Candra, SH, MH, menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya dapat hadir dan membuka secara resmi Jambore Cabang Gerakan Pramuka Musi Rawas Tahun 2025 di lingkungan alam Bukit Cogong yang sejuk dan nyaman.
Ia menegaskan bahwa pelaksanaan Jambore Cabang ini merupakan bagian dari persiapan Pramuka Penggalang Mura untuk mengikuti Jambore Daerah Sumatera Selatan dan Jambore Nasional Tahun 2026.
Mengusung tema “Pramuka CERIA (Cerdas, Riang, Gembira)”, Dien Candra berharap para Pramuka Penggalang tidak hanya cerdas secara pengetahuan, tetapi juga tanggap, mudah beradaptasi, peduli lingkungan, serta ikhlas dalam setiap kegiatan.
Dalam amanatnya, ia juga mengingatkan pentingnya pengamalan Dasa Darma Pramuka, khususnya Darma Kedua, yaitu “Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia”.
Menurutnya, musibah banjir dan longsor yang melanda sejumlah daerah seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kelestarian alam.
“Saya mengajak seluruh peserta jambore untuk mencintai alam, salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tidak merusak lingkungan Taman Wisata Bukit Cogong yang merupakan kawasan hutan lindung,” tegasnya.
Selain itu, ia juga berpesan agar Jambore Cabang ini dijadikan sebagai sarana belajar, berkarya, mempererat persahabatan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan. Peserta diharapkan dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan ikhlas, menyerap pengalaman dan keterampilan, serta membagikannya kepada rekan-rekan di sekolah masing-masing.
Terlepas dari itu, Mantan Kepala Dinas Sosial Mura ini mengajak seluruh peserta untuk terus rajin belajar, taat beribadah, menghormati orang tua dan guru, serta menjadi remaja yang aktif, kreatif, dan energik. Termasuk, mendoakan para korban bencana alam di berbagai daerah agar diberikan ketabahan serta bagi yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.










